Totok Mintorogo, pembuat suvenir putri presiden

Tabloid NOVA - Edisi 1552
21 November 2017

Tabloid NOVA - Edisi 1552

Sejak 1999, Mintorogo mulai mengembangkan usaha desain kacanya. / Foto : Ricky Martin

NOVA
Meskipun melanjutkan usaha yang telah dirintis sang ayah, Totok merasa menjalankan semuanya dari nol. Karena, untuk belajar memotong kaca saja, ia mengaku menghabiskan waktu berbulan-bulan. Tak puas hanya membuat dan menjual, ia menularkan ilmunya dengan membuka pelatihan buat siapa saja yang berminat.

Hingga, satu hari seorang ibu yang disangkanya Ibu Iriana Joko Widodo datang ke rumahnya di bilangan Banjarsari, Solo. Usaha kerajinan hias kaca ini sebenarnya adalah usaha yang sebelumnya sudah dibangun ayahku, Rojianto. Sejak dia pensiun dari pekerjaannya, tepatnya pada 1997 silam.

Dulu, yang dia modifikasi hanyalah sebatas cermin. Jadi, semacam vanishing mirror. Dunia seni bukanlah hal baru bagi ayahku. Sebab pada dasarnya beliau adalah seorang pelukis. Jadi saat buka usaha ini, dia mencoba mengaplikasikan seni ke dalam modifikasi cermin.

Aku Sarjana Ekonomi dari Universitas 17 Agustus ’45 Surabaya. Lalu bekerja sebagai advertiser di sebuah perusahaan di Jakarta. Intinya, sih, aku suka dunia desain grafis. Tanpa sadar, darah seni dari ayah mengalir pada diriku. Dua tahun bekerja di Jakarta, aku memutuskan pulang ke Solo untuk membantu usaha ayahku.

Karena aku mulai berpikir, sepertinya dengan menghias cermin, hasrat seni bisa lebih kuperdalam ketimbang menjadi seorang advertiser. Apalagi bisnis ini sepertinya sangat jarang digeluti orang. Perlu teknik khusus yang terbilang cukup rumit memang. Tapi harus diakui, cermin karya ayahku sangat indah dilihat. Sampai-sampai membuat harganya mahal. Namun, justru karena harga mahal itu sering kali membuat pembeli jadi berpikir dua kali memborongnya.

Tabloid NOVA dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI