Populerkan kudapan tradisional geblek, dengan cita rasa masa kini

Tabloid Saji - Edisi 390
9 Agustus 2017

Tabloid Saji - Edisi 390

Kreasi geblek yang tampil kekinian ini dikembangkan Supriadi lewat usahanya yang bernama Mr Telo. / Foto : visual Bella F

Saji
Geblek merupakan penganan tradisional yang tampaknya sudah menjadi ikon Kulonprogo. Kurang afdal rasanya bila kita menjelajah wilayah sekitar DI Yogyakarta seperti Kulonprogo, tetapi tidak mencicipi penganan dari bahan sari pati singkong segar ini. Hanya saja, geblek tak bisa tahan lama.

Dengan bahan yang dibuat tanpa tambahan bahan pengawet, geblek paling lama hanya mampu bertahan 4 hari di suhu ruang. Bahkan terkadang hanya mampu bertahan 1-2 hari. Hal itulah yang kerap mampir di telinga Supriadi (43), yang selama ini memasok tepung ketela bagi penjual geblek.

“Sebelumnya saya memang hanya memasok tepung bagi penjual geblek di wilayah Kulonprogo. Mereka selalu bercerita tentang geblek buatan mereka yang hanya mampu bertahan beberapa hari, sehingga tak bisa memenuhi permintaan geblek dari luar Kulonprogo. Saya lalu berpikir cara membuat geblek yang bisa bertahan berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan,” tutur Supriadi.

Supriadi memiliki harapan geblek tak hanya beredar di pasar-pasar tradisional, tetapi juga bisa menembus tokotoko modern, hingga bisa dikirim ke luar daerah. Nah, pada 2014 dengan mendirikan bendera Mr. Telo, Supriadi mengembangkan kuliner geblek dalam kemasan beku (frozen). Jadi geblek tinggal digoreng dahulu sebentar, sebelum disajikan dan dinikmati.

Selain geblek, ia juga membuat ketela rebus dalam kemasan. Mengapa Mr Telo? Ketela dalam bahasa Jawa adalah telo. Karena produknya berbahan dasar ketela, Supriadi pun menamakan produknya Mr Telo “Dalam bentuk kemasan beku, geblek mentah bisa tahan sampai 3 bulan bila disimpan di dalam freezer.

Tabloid Saji dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI