Dapatkan tabloid digital Sinar Tani Rp. 6,500 atau berlangganan mulai Rp. 156,000
Baca halaman pratinjau melalui aplikasi myedisi reader
Edisi 3738
24 Halaman, Terbit 14 Februari 2018
Tabloid Mingguan

Kompetensi kini menjadi sebuah tuntutan di tengah persaingan tenaga kerja. Apalagi sejak adanya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Ekspor Perdana Daging Sapi ke Myanmar

Indonesia ekspor daging sapi wagyu sebanyak 600 kilogram (kg) ke Myanmar. Ekspor daging sapi wagyu yang ditujukan untuk kebutuhan hotel, restoran dan katering (horeka) ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan oleh sebuah perusahaan Indonesia, Satori.

Ekspor kali ini masih dilakukan dengan sistem beli putus, belum sistem kontrak.  Perusahaan tersebut mengaku sekaligus mengadakan food testing untuk ekspor kali ini, semacam ajang promosi dengan harapan banyak peminat sehingga ekspor tahap berikutnya lebih tinggi. Nilai ekspor daging wagyu ini   sekitar US $ 20.000 dan  harga eceran sekitar Rp 1 juta per kg.

Perusahaan ini juga sudah berencana mengekspor sebanyak 8.000 ton daging wagyu ke Malaysia dan Vietnam serta negara-negara Timur Tengah lainnya pada tahun ini. Dari sejumlah negara itu, Malaysia dan Viet­nam merupakan pasar yang disasar dalam waktu dekat.

Saingan daging wa­gyu Indonesia adalah Negara Jepang dan Australia. Perusahaan Indonesia ini memperoleh sapi dari usaha   penggemukan sapi  dan pembibitan sapi di dalam negeri. Selain itu, perusahaan ini sudah memiliki Rumah Potong Hewan secara modern.

Keberhasilan perusahaan Indonesia mengekspor daging kualitas ekspor ini merupakan bukti, bahwa dengan ketekunan dan upaya yang keras, serius dan cerdas Indonesia mampu, mampu ekspor daging sapi dan tentu juga mampu swasembada daging sapi.

Untuk bisa swasembada daging sapi kunci utamanya adalah pada peningkatan populasi sapi yang ada. Untuk bisa meningkatkan populasi sapi alternatifnya adalah meningkatkan angka kelahiran sapi atau meningkatkan usaha perbibitan dari skala rumah tangga menjadi skala komersial.

Berbarengan dengan itu, untuk mempercepat peningkatan populasi ternak sapi, maka perlu dilakukan impor indukan sapi untuk pembibitan. Dua program ini, harus dirancang dengan baik dan terukur dengan dukungan dana dan kelembagaan yang memadai.

Dengan skala usaha ternak komersial yang dikelola oleh peternak atau Kelompok Ternak dan Gapoktan, maka akan sangat dirasakan keuntungan bisnisnya.  Insentif bisnis inilah yang akan mendorong lebih laju lagi peningkatan populasi ternak sapi di Indonesia. Kelembagaan peternak yang kuat dan dukungan akses pendanaan bisnis disini sangat diperlukan.n
Sampul
Editorial: Ekspor perdana daging sapi ke Myanmar
Mimbar penyuluhan: Indigofera, hijauan pakan ternak untuk mendukung siwab
Sorotan: Sertifikasi, alat ukur kompetensi penyuluh
     Curhat penyuluh soal sertifikasi profesi
Klinik tani: Membuat sendiri dendeng cumi nan lezat
Tani sukses: Frisca Chairunnisa, dari hobi jadi pengusaha sayur organik
Agri wacana: Membangun agrowisata yang selalu dikenang
Horti: Menunggu uluran tangan pemerintah
Ternak: Belajar ternak sapi potong, yuk ke kampus aksara Alexis Farm
Agriusaha: Permen cabai, peluang manis dari si pedas
Tanaman pangan: Mengamankan tanaman padi saat musim hujan
Nasional: Beras impor untuk CBP
Prasarana & sarana: Multi manfaat kartu tani
     Prasarana dan sarana pertanian dikebut di 2018
InfoUPSUS: Tim sergap siap sergap gabah petani
     Antisipasi dini penurunan harga jagung
     Pasca panen harus diperhatikan serius
Akuamina: Bisnis pembenihan ikan prospektif
Sinar Tani fokus pada pertanian dan petani.  Sinar Tani merupakan pelopor dan media yang pertama kali sebagai jurnalistik dengan segmen khusus (segmented) pertanian. Suatu pemikiran futurologi, terbukti pada sekarang ini media jurnalistik dengan segmen khusus menjamur. Maka Sinar Tani berperan aktif menyediakan informasi kebijaksanaan dan teknologi terkini kepada penyuluh (PNS, Petani dan Swasta) untuk diolah menjadi bahan penyuluhan kepada para petani secara cepat, tepat, cermat di seluruh penjuru tanah air dari Sabang hingga Merauke.
2018