Langkah kreatif petani dapatkan air saat kekeringan

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3768
24 September 2018

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3768

Sebagian wilayah Indonesia terutama di Pulau Jawa saat ini tengah dilanda kekeringan. Tak mau berpangku tangan pasrah pada kondisi yang terjadi, petani di sejumlah daerah pun harus putar otak melaksanakan usaha kreatif agar air bisa tetap mengalir ke sawah mereka.

Sinar Tani
Seperti yang dilakukan masyarakat petani di Kampung Palagantiga, Desa Bojongtipar, Kecamatan Jampang Tengah, Kabu paten Sukabumi yang membuat kincir air tradisional secara gotong royong.

“Debit air di saluran irigasi terus menyusut, jika ini dibiarkan para petani disini yang lahan sawahnya mengandalkan air dari sarana irigasi tidak bisa melakukan penanaman,” kata warga Kampung Palagantiga, Desa Bojongtipar, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Amin Nursalim.

Warga secara gotong royong membuat kincir air raksasa dan dibuat secara swadaya. ”Kami tempatkan di Sungai Cikaso, fungsinya menaikkan air dari sungai lalu mengalirkannya ke sawah warga,” tuturnya.

Cara kerja kincir ini masih sederhana. Air dari sungai diambil oleh potongan bambu yang menempel di kincir tersebut. Potongan bambu yang terus berputar lalu menumpahkan air saat posisi bambu berada di atas. Tumpahan air kemudian ditampung di sebuah talang yang kemudian mengalirkan air ke sawah yang kekeringan.

“Satu kincir bisa mengairi dua ha sawah,” katanya. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat kincir air tersebut meliputi bambu, papan, kayu, dan paku dengan empat batang bambu yang masing-masing panjangnya 10 meter.

“Total biaya untuk bahan saja sekitar Rp 1,5 juta. Kalau ongkos tukang tidak dibayar, karena kami membuatnya secara gotong royong. Warga menyumbang tenaga, dalam waktu sehari kincir air ini sudah beres,” ucap Amin.

Teknis perawatan kincir air buatan warga Jampang Tengah ini cukup simpel. “Hanya perlu dikontrol saja, khawatir ada bambu yang lepas. Kincir ini juga awet, bisa tahan setahun. Sepanjang ada air sungai, kincir tidak akan berhenti,” katanya.

Tabloid Sinar Tani dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI