Tampilkan di aplikasi

Buku UGM Press hanya dapat dibaca di aplikasi myedisi reader pada Android smartphone, tablet, iPhone dan iPad.

Artropoda Penular Penyakit

Nyamuk sebagai Vektor Penyakit

1 Pembaca
Rp 66.000

Patungan hingga 5 orang pembaca
Hemat beli buku bersama 2 atau dengan 4 teman lainnya. Pelajari pembelian patungan disini

3 Pembaca
Rp 198.000 13%
Rp 57.200 /orang
Rp 171.600

5 Pembaca
Rp 330.000 20%
Rp 52.800 /orang
Rp 264.000

Pembelian grup
Pembelian buku digital dilayani oleh penerbit untuk mendapatkan harga khusus.
Hubungi penerbit

Perpustakaan
Buku ini dapat dibeli sebagai koleksi perpustakaan digital. myedisi library

Penyakit tular vektor dan zoonosis merupakan salah satu penyakit yang ditularkan artropoda. Pada era digitalisasi saat ini telah teridentifikasi penyakit tular vektor dan zoonosis, yang reemerging disease dan new emerging disease, baik yang disebabkan oleh virus, rickettsia, bakteri, protozoa, jamur, maupun cacing. Penyakit tersebut dapat ditularkan secara langsung dan tidak langsung ke manusia atau hewan ternak/piaraan. Manifestasi penyakit ini dari ringan sampai berat, bahkan dapat menimbulkan kematian. Kejadian penyakit tular vektor dan zoonosis melibatkan beberapa komponen, baik binatang, lingkungan, parasit, maupun perilaku manusia. Sebaran penyakit tular vektor dan zoonosis hampir di seluruh dunia. Di Indonesia dikenal beberapa penyakit tersebut yang sering menjadi wabah dan meresahkan, bahkan menyebabkan kematian pada manusia, seperti malaria, demam berdarah, Japanese encephalitis, leptospirosis, pes, dan lain-lain.

Banyak penyakit tular vektor dan zoonosis di Indonesia belum diketahui karena keterbatasan deteksi dan diagnosis, serta minimnya bukti yang memberikan fakta bahwa lingkungan berpotensi memicu terjadinya penularan penyakit tersebut. Pengetahuan tentang dasar-dasar identifikasi jenis dan bionomi artropoda, beserta jenis penyakit yang ditimbulkan sangat penting sebagai referensi peningkatan kemampuan dalam kewaspadaan dini penularan penyakit tular vektor dan zoonosis bagi masyarakat luas. Informasi metode pencegahan penyakit tular vektor dan zoonosis dengan penekanan pengendalian artropoda sebagai parasit, dan penyebab penyakit serta cara-cara pengamatan ekologi, identifikasi, dan koleksi artropoda sangat membantu dalam mengetahui, memahami, dan mengendalikan penyakit tular vektor dan zoonosis.

Ikhtisar Lengkap   
Penulis: Ristiyanto / Triwibowo Ambar Garjito / Tri Baskoro Tunggul Satoto / Elsa Herdiana Murhandarwati / Bambang Heriyanto / Widiarti / Muhammad Choirul Hidajat / Bernadus Yuliadi / Mujiyono

Penerbit: UGM Press
ISBN: 9786023868384
Terbit: April 2024 , 188 Halaman










Ikhtisar

Penyakit tular vektor dan zoonosis merupakan salah satu penyakit yang ditularkan artropoda. Pada era digitalisasi saat ini telah teridentifikasi penyakit tular vektor dan zoonosis, yang reemerging disease dan new emerging disease, baik yang disebabkan oleh virus, rickettsia, bakteri, protozoa, jamur, maupun cacing. Penyakit tersebut dapat ditularkan secara langsung dan tidak langsung ke manusia atau hewan ternak/piaraan. Manifestasi penyakit ini dari ringan sampai berat, bahkan dapat menimbulkan kematian. Kejadian penyakit tular vektor dan zoonosis melibatkan beberapa komponen, baik binatang, lingkungan, parasit, maupun perilaku manusia. Sebaran penyakit tular vektor dan zoonosis hampir di seluruh dunia. Di Indonesia dikenal beberapa penyakit tersebut yang sering menjadi wabah dan meresahkan, bahkan menyebabkan kematian pada manusia, seperti malaria, demam berdarah, Japanese encephalitis, leptospirosis, pes, dan lain-lain.

Banyak penyakit tular vektor dan zoonosis di Indonesia belum diketahui karena keterbatasan deteksi dan diagnosis, serta minimnya bukti yang memberikan fakta bahwa lingkungan berpotensi memicu terjadinya penularan penyakit tersebut. Pengetahuan tentang dasar-dasar identifikasi jenis dan bionomi artropoda, beserta jenis penyakit yang ditimbulkan sangat penting sebagai referensi peningkatan kemampuan dalam kewaspadaan dini penularan penyakit tular vektor dan zoonosis bagi masyarakat luas. Informasi metode pencegahan penyakit tular vektor dan zoonosis dengan penekanan pengendalian artropoda sebagai parasit, dan penyebab penyakit serta cara-cara pengamatan ekologi, identifikasi, dan koleksi artropoda sangat membantu dalam mengetahui, memahami, dan mengendalikan penyakit tular vektor dan zoonosis.

Pendahuluan / Prolog

Prakata
Penyakit bersumber binatang atau penyakit tular vektor dan zoonosis merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Prevalensi Penyakit tular vektor dan zoonosis cenderung bertambah tinggi dari tahun ke tahun. Peningkatan ini sejalan dengan peningkatan perilaku masyarakat terpapar penyakit tersebut karena antara lain intensifikasi pemeliharaan satwa liar (hewan melata, burung, rodensia dan lain-lain), pertumbuhan populasi manusia, globalisasi perdagangan, dan mikroba yang berkaitan dengan satwa liar memasuki produsen ternak secara intensif.

Untuk memberikan informasi sederhana ke masyarakat tentang artropoda yang dapat berperan sebagai sumber penularan penyakit tular vektor dan zoonosis, maka B2P2VRP dan Kedokteran Tropis UGM mendistribusikan buku berjudul “Artropoda Penular Penyakit”.

Buku ini akan terbit dalam beberapa seri. Seri pertama membahas mengenai gambaran artropoda secara umum dan nyamuk sebagai vektor penyakit, sedangkan seri kedua membahas pinjal, kutu, dan tungau; seri ketiga membahas lalat dan lipas; seri keempat membahas kumbang, lebah, tawon, dan artropoda lainnya; seri kelima membahas cara survei serangga, pengawetan spesimen, dan pemeriksaan molekuler serangga.

Buku ini merupakan salah satu bentuk publikasi tentang informasi serangga yang berpotensi menularkan penyakit. Buku ini disusun secara sistematik, informatif, dan edukatif sehingga para pembaca mudah mengetahui, mengerti, dan memahami isi buku, serta berhati-hati terhadap keberadaan serangga penular penyakit tersebut.

Dalam buku ini memuat gambar tentang ciri morfologi umum, biologi, habitat, distribusi dan jenis-jenis serangga dan penyakit yang ditularkannya, khususnya di Indonesia. Habitat serangga pada buku ini disajikan dalam bentuk foto, distribusi dalam bentuk peta dan dilengkapi foto jenis-jenis reservoir penyakit. Harapan penulis, dengan disusunnya buku ini dapat bermanfaat bagi semua pihak, baik pengambil kebijakan instansi pemerintah, mahasiswa, dan para peminat kedokteran dan ke-reservoir-an di Indonesia.

Penyusunan buku ini disadari masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran dari berbagai pihak guna perbaikan buku ini sangat diharapkan. Akhirnya, semoga buku ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan. Tiada gading yang tak retak, kami mohon maaf jika ada kekurangan dalam penulisan buku ini.

Penulis

Ristiyanto - Ristiyanto. Tamat pendidikan S-1 Biologi di Fakultas Biologi Universitas Kristen Satya Wacana, tahun 1987. Master Kesehatan pada Field Epidemiology of Training Program, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, tahun 2002. Gelar Doktor diperoleh di Universitas Gadjah Mada tahun 2017. Sejak diangkat sebagai asisten peneliti muda tahun 1999, beliau menekuni Entomologi Kesehatan dan Epidemiologi, khususnya binatang pengerat (tikus) dan penyakit yang ditularkannya. Saat ini menjabat sebagai Peneliti Madya, pernah merangkap pejabat struktural di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI di Salatiga.

Selain sebagai peneliti, sejak tahun 2020 beliau diangkat sebagai Koordinator Substansi Kelompok Pelayanan, Sarana, dan Penelitian, B2P2VRP, Salatiga. Bidang ilmu yang ditekuni penyakit tular rodensia khususnya reservoir dan bakteri penyebab leptospirosis pada aras biologi molekuler. Beliau juga telah mengikuti berbagai kursus sesuai bidang kepakaran, seperti taksonomi rodensia, pengendalian tikus, sistem informasi geografis, dan diagnosis secara laboratorium untuk penyakit pes dan leptospirosis, di dalam dan luar negeri, seperti India, Thailand, New Zealand, dan Madagaskar. Beliau juga merupakan seorang pengajar paruh waktu, pembimbing dan penguji skripsi dan tesis di beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta, seperti UGM, UNDIP, UDINUS, dan UKSW.
Triwibowo Ambar Garjito - adalah peneliti pada bidang penyakit tular vektor di Balai Besar Litbang Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP), Badan Litbang Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI. Memperoleh gelar Sarjana Sains (S.Si.) pada tahun 2000 di Fakultas Biologi UGM. Pendidikan S-2 (M.Kes.) diperoleh dari Program Magister Ilmu Kedokteran Tropis UGM pada tahun 2007. Pendidikan doktoral (Ph.D.) diselesaikan pada akhir tahun 2020 di Doctoral School of Chemical and Biological Health Sciences, University of Montpellier, Prancis.

Karier di bidang penelitian penyakit tular vektor pada Badan Litbang Kesehatan diawali sebagai koordinator lapangan dalam Malaria Control Evaluation Project di Lombok Barat, NTB, pada tahun 2001. Kemudian sejak tahun 2002, yang bersangkutan memulai kariernya sebagai peneliti pada Unit Pelaksana Fungsional Pengendalian Vektor dan Reservoir Penyakit (UPF-PVRP) Donggala, Sulawesi Tengah. Selama bertugas di Sulawesi Tengah, berbagai kegiatan penelitian terkait penyakit tular vektor telah dilakukan, di antaranya survei longitudinal vektor malaria di beberapa lokasi di Kabupaten Banggai dan Donggala, Sulawesi Tengah, pada tahun 136 | Lalat (Diptera) 2002–2004; studi epidemiologi filariasis di wilayah Kabupaten Banggai dan Parigi Moutong pada tahun 2005; Malaria Outbreak Assessment di Pangandaran, Jawa Barat, pada tahun 2004; studi pola penularan DBD di Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Tri Baskoro Tunggul Satoto - Saat ini menjabat sebagai Guru Besar Departemen Parasitologi FK-KMK UGM, divisi Entomologi Kesehatan. Riwayat pendidikan tingginya dimulai di Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran UGM. Gelar master diperoleh di Tropical Medicine Mahidol University, Thailand. Ph.D. diraih di Liverpool School of Tropical Medicine, United Kingdom. Penghargaan yang telah diperoleh, yaitu Best Candidat Patent, Best Post Graduate Supervisor, Outstanding Lecturer, dan Satya Lencana Karya Satya Presiden Republik Indonesia. Memiliki publikasi di jurnal nasional dan internasional, menjadi pembicara di berbagai seminar dan pertemuan ilmiah, serta telah menulis dua karya buku yang terdaftarkan HKI-nya.
Elsa Herdiana Murhandarwati - dr. Elsa Herdiana Murhandarwati, Ph.D. Pendidikan S1 di Fakultas Kedokteran, UGM, lulus pada tahun 1993, meraih gelar dokter di Fakultas Kedokteran UGM tahun 1996. Gelar Master of Science diperoleh di Program Studi Kedokteran Tropis tahun 2000. Pendidikan S3 ditempuh di Monash University Australia dan lulus tahun 2011. Saat ini menjadi wakil ketua Program Studi Kedokteran Tropis, kepala laboratorium Parasitologi, menjadi dosen S1 dan S2 di Fakultas Kedokteran UGM. Aktif melakukan penelitian di bidang parasitologi.
Muhammad Choirul Hidajat - Bekerja sebagai peneliti pada bidang epidemiologi dan biostatistik di Balai Besar Litbang Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP), Badan Litbang Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI. Lulus pendidikan S-1 Kesehatan Masyarakat dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro pada tahun 1994. Pendidikan S-2 diperoleh dari Field Epidemiology Training Program (FETP) UGM pada tahun 2002. Saat ini sedang menyelesaikan S-3 di Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran-Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro. Kariernya sebagai PNS dimulai sebagai staf di Puskesmas Berangas, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan. Pada tahun 1996–2006 bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan, dan selanjutnya pada tahun 2006–2011 bertugas sebagai Direktur RSUD H. Abdul Aziz Marabahan. Pada tahun 2011 pindah tugas sebagai peneliti di B2P2VRP Salatiga. Beberapa penelitian terkait penyakit tular vektor telah dilakukan, di antaranya terkait perilaku masyarakat dalam pemberantasan vektor, bionomik nyamuk, dan epidemiologi penyakit tular vektor. Beberapa tulisan telah dihasilkan yang diterbitkan baik sebagai penulis utama maupun anggota, dan juga telah diterbitkan di beberapa jurnal nasional.

Daftar Isi

Sampul
Halaman Judul
Halaman Hak Cipta
Prakata
Ucapan Terima Kasih
Daftar Isi
Daftar Tabel
Daftar Gambar
I  Pendahuluan
     A. Mengapa Perlu Mempelajari Artropoda?
     B. Artropoda Dan Entomologi
     C. Ringkasan Sejarah Entomologi Kesehatan
     D. Identifikasi Dan Sistematika Artropoda Penularpenyakit
     E. Tipe Masalah Yang Disebabkan Oleh Artropoda
     F. Imunitas Inang
     G. Masalah Minor Dari Artropoda Di Bidang Medis
II Struktur, Perkembangan, Dan Klasifikasi Artropoda
     A. Serangga Dan Artropoda
     B. Arachnida
     C. Klasifikasi, Identifikasi, Dan Taksonomi
     D. Alat Makan/Pengisap
IIIPengenalan Artropoda Dan Vektor Penyakit
     A. Artropoda Sebagai Vektor
     B. Masalah Umum Pada Artropoda Vektor Penyakit
     C. Mengenal Artropoda Dan Vektor Penyakit
IV Pengenalan Entomologi Forensik
     A. Pengertian Entomologi Forensik
     B. Sejarah Entomologi Forensik
     C. Kasus Hukum Yang Melibatkan Entomologi
V Epidemiologi Penyakit Tular Artropoda
     A. Pengertian Epidemiologi Penyakit Tularartropoda
     B. Mencari/Menemukan Vektor
     C. Penularan Buatan
     D. Fisiologi Vektor
     E. Penentuan Kepadatan Vektor
     F. Patogen Yang Ditularkan Oleh Serangga
     G. Perkembangan Patogen Dalam Serangga
     H. Inang Vertebrata
     I. Peranan Vertebrata Sebagai Model Dalam Sistempenularan Penyakit Bersumber Serangga
     J. Penggunaan Informasi Yang Diperoleh Dalamepidemiologi
VI Nyamuk: Sejarah, Klasifikasi, Morfologi Dan Perannya Sebagai Vektor Penyakit
     A. Sejarah Keberadaan Nyamuk
     B. Klasifikasi Dan Morfologi Nyamuk
     C. Siklus Hidup Nyamuk
     D. Kunci Identifikasi Genus Nyamuk
     E. Nyamuk Dan Perannya Sebagai Penular Penyakitdi Indonesia
VII Nyamuk Penular Penyakit Di Indonesia
Daftar Pustaka
Indeks
Biografi Editor Dan Penulis
Sampul Belakang