Buku Citra Aditya hanya dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Disertasi Hukum: Merencanakan, Menulis, dan Memublikasikan

Disertasi Hukum

Disertasi tidak sekadar formalitas agar pembuatnya dapat memanggul gelar akademik tertinggi: doktor. Akan tetapi, disertasi menunjukkan kualitas akademik serta bidang kepakaran si empunya. Oleh karena itu, persiapan dan pengerjaannya harus dilakukan dengan matang supaya tidak menghasilkan disertasi ala kadarnya.

Buku ini semacam peta yang menuntun Anda untuk menulis disertasi yang tidak “pokoke lulus doktor”. Memuat 7 bab, terdiri atas Pendahuluan, Disertasi, Memilih Topik Disertasi, Bagian-Bagian Penting Disertasi, Promotor dan Ko-promotor, Memublikasikan Disertasi, dan ditutup pengkajian tentang Kegagalan Menyelesaikan Disertasi.

Selamat membaca!

Ikhtisar Lengkap   
Penulis: Dr. A’an Efendi, S.H., M.H.
Editor: Hendra Setiawan

Penerbit: Citra Aditya
ISBN: 9789794911129
Terbit: April 2018, 140 Halaman

Ikhtisar

Disertasi tidak sekadar formalitas agar pembuatnya dapat memanggul gelar akademik tertinggi: doktor. Akan tetapi, disertasi menunjukkan kualitas akademik serta bidang kepakaran si empunya. Oleh karena itu, persiapan dan pengerjaannya harus dilakukan dengan matang supaya tidak menghasilkan disertasi ala kadarnya.

Buku ini semacam peta yang menuntun Anda untuk menulis disertasi yang tidak “pokoke lulus doktor”. Memuat 7 bab, terdiri atas Pendahuluan, Disertasi, Memilih Topik Disertasi, Bagian-Bagian Penting Disertasi, Promotor dan Ko-promotor, Memublikasikan Disertasi, dan ditutup pengkajian tentang Kegagalan Menyelesaikan Disertasi.

Selamat membaca!

Ulasan Editorial

Buku ini sangat bermanfaat bagi anda yang memerlukan tuntunan dalam menulis sebuah disertasi agar dapat memanggul gelar akademik tertinggi: doktor

PT Citra Aditya Bakti

Pendahuluan / Prolog

Pendahuluan
Selamat ya diterima menjadi mahasiswa S-3” atau “selamat ya diterima kuliah doktor”, demikian pada umumnya ucap- an yang diberikan oleh teman, sahabat, handai tolan, atau keluarga kepada seseorang yang baru diterima untuk kuliah doktoral. Dan, Anda yang menerima ucapan selamat seperti itu tentu saja boleh senang dan berbangga diri apalagi jika diterima kuliahnya di per-guruan tinggi negeri ternama atau bahkan di kampus di luar negeri. Rasa bangganya pasti berlipat-lipat dan hal itu pastinya sah-sah saja.

Namun, saya mengingatkan bergembiralah secukupnya atau sekadarnya karena Anda hanya baru saja dibukakan pintu untuk masuk ke dalam “belantara” perkuliahan doktoral dan oleh sebab itu terlalu dini jika Anda harus bergembira terlalu berlebihan. Anda harus menempuh jalan yang panjang serta harus mampu memenuhi persyaratan-persyaratan yang tidak mudah supaya tujuan akhir Anda kuliah doktoral tercapai, yaitu menggondol gelar akademik tertinggi sebagai seorang doktor. Kebahagiaan dan kebanggaan mahasiswa doktoral yang sesungguhnya adalah ketika sudah me-nyelesaikan disertasinya dan dinyatakan lulus dalam sidang ujian terbuka atau ujian promosi dan diberi hak untuk menyandang gelar doktor. Ya, gelar doktor adalah tujuan akhir semua mahasiswa tingkat doktoral dan bukan yang lain.

Penulis

Dr. A’an Efendi, S.H., M.H. - Dr. A’an Efendi, S.H., M.H. adalah pengajar hukum lingkungan, hukum acara peradilan tata usaha negara, dan hukum tata negara di Fakultas Hukum Universitas Jember, Jawa Timur. Lahir di Bojonegoro, Jawa Timur, 3 Februari 1983.

Penulis lulus sarjana hukum dari Fakultas Hukum Universitas Putra Bangsa Surabaya pada 2004. Sedangkan magister hukum dan doktor ilmu hukum dari Fakultas Hukum Universitas Air-langga masing-masing pada 2007 dan 2015. Selain itu, penulis pun pernah mengikuti Program Education & Training “Good Governance in Development Policy” di Belanda, 616 Juni 2015.

Di samping aktif mengajar, sejak 2014 penulis juga adalah staf ahli Komisi A (Pemerintahan) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Timur.

Daftar Isi

Cover
Prakata
Daftar Kotak
Daftar Tabel
Daftar Isi
Bab 1
     A. Mahasiswa Doktoral
     B. Program Doktoral
Bab 2
     A. Peristilahan
     B. Pengertian Disertasi
     C. Tujuan Disertasi
Bab 3  Memilih Topik Disertasi
     A. Pentingnya Memiliki Topik Disertasi Lebih Awal
     B. Pertimbangan Memilih Topik Disertasi
Bab 4  Bagian-Bagian Penting dari Disertasi
     A. Judul
     B. Ucapan Terima Kasih
     C. Ringkasan
     D. Abstrak
     E. Latar Belakang Masalah
     F. Rumusan Masalah
     G. Tujuan
     H. Manfaat
     I. Kerangka Konseptual atau Teoretis
     J. Orisinalitas
     K. Pembahasan
     L. Kutipan
     M. Simpulan dan Saran
     N. Daftar Pustaka/Daftar Rujukan
Bab 5  Promotor dan Ko-Promotor
     A. Siapa Promotor dan Ko-Promotor?
     B. Memilih Promotor dan Ko-Promotor secara Tepat
     C. Peran Promotor dan Ko-Promotor
     D. Proses Bimbingan Disertasi
     E. Promotor dan Ko-Promotor High Profile
Bab 6  Memublikasikan Disertasi
     A. Pentingnya Memublikasikan Disertasi
     B. Buku
     C. Jurnal
Bab 7  Kegagalan Menyelesaikan Disertasi
     A. Gagal Menjadi Doktor
     B. Faktor yang Menyebabkan Gagalnya Menyelesaikan Disertasi
Daftar Rujukan
Daftar Riwayat Hidup
Cover Belakang

Kutipan

Kutipan BAB 7
Kegagalan mahasiswa doktoral tidak hanya dirasakan oleh yang bersangkutan, tetapi juga oleh keluarga dan instansi asalnya bagi mereka yang sudah bekerja. Bagi mereka yang berprofesi sebagai dosen maka kegagalan itu telah menyebabkannya malu saat harus kembali ke kampus dan instansinya sangat dirugikan karena sudah beberapa tahun ditinggalkan untuk studi, tetapi akhirnya hanya berujung dengan kegagalan. Selain itu, instansi juga batal untuk menambah jumlah dosennya yang berkualifikasi doktor.

Menurut Lawrence H. Myer, berkurangnya jumlah mahasiswa doktoral karena kegagalan menyelesaikan disertasi adalah suatu persoalan penting karena terkait dengan kesan atau citra dari program doktoral. Dibandingkan, baik mahasiswa sarjana maupun magister, mahasiswa doktoral mencerminkan sifat kecendekiawanan institusi. Namun, mereka juga lebih banyak menghabiskan sumber daya, seperti waktu dari fakultas, keahlian, energi, fasilitas perpustakaan, dan layanan komputer. Oleh karena itu, praktisi di bidang pendidikan telah lama mengakui bahwa hilangnya sumber daya oleh mahasiswa dan fakultas disebabkan oleh berkurangnya mahasiswa dari program doktoral.

Prison menyatakan bahwa mahasiswa doktoral mengalami kesulitan ketika menulis disertasinya karena waktunya yang terlalu panjang. Hal itu dapat disebabkan oleh empat kemungkinan, yaitu gagal menetapkan jadwal penulisan disertasi, tidak cukup memiliki kemampuan di bidang komputer, tuntutan pekerjaan dari mahasiswa yang bersangkutan, dan pergantian anggota tim promotor.

Kutipan BAB 3
Memilih topik disertasi dapat dikatakan gampang-gampang susah. Mahasiswa tertentu sangat mudah untuk menetapkan pilih-an topik disertasinya, tetapi akan menjadi sulit bagi yang lainnya. Diakui oleh Neil Murray & David Beglar sebagai berikut:

“For some people, identifying a topic is quite fast and easy, but that’s certainly not the norm; instead, you should be prepared to engage in a process in which you consider multiple possibilities, and after much thought and discussion, eventually reject all but one.”

David Garson pun menyatakan sebagai berikut:

“Selecting a subject seems like an easy task, but it is entirely possible to make critical mistakes at this early stage, sabotaging the ultimate outcome. Many students make bad choices at the outset—choices that, in the case of a dissertation, can literally waste years of effort. A good choice will not only be better from a scholarly point of view, but it will also provide a more do-able, fun, and satisfying creative activity for the writer.”