Buku Kemdikbud juga dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Revatilsasi Pendidikan Vokasi

Revatilsasi Pendidikan Vokasi

Ada dua tantangan yang dihadapi Indonesia. Tantangan pertama adalah hadirnya revolusi industri keempat yang sekarang mulai berlangsung. Tidak ada faktor pendorong perubahan peradaban dunia sekuat revolusi industri yang menghasilkan kemajuan teknologi. Akibat kemajuan teknologi, dunia berubah begitu cepatnya.

Berbeda dengan revolusi industri ketiga ketika mesin bekerja sendirisendiri, pada era revolusi industri keempat semua mesin dihubungkan dengan yang lain, bertumpu pada cyber physical system yang akan mengubah secara radikal cara manusia berkehidupan, bekerja, dan berkomunikasi. Inovasi yang dihasilkan untuk membuat kehidupan lebih nyaman tidak terbatas, tetapi tantangan yang harus dipecahkan juga sangat kompleks.

Pekerjaan yang semula dilakukan manual dengan mengandalkan tenaga manusia semata sudah digantikan oleh mesin dan teknologi informasi. Karena itu, jenis pekerjaan yang sekarang ada perlahan akan hilang pada 10 tahun ke depan. Diperkirakan 35% keterampilan dasar akan berubah pada tahun 2020 dan hampir 2 miliar pekerja berisiko kehilangan pekerjaan mereka.

Ikhtisar Lengkap   
Penulis: Tim Kemendikbud

Penerbit: Kemdikbud
Terbit: Desember 2016, 103 Halaman

Ikhtisar

Ada dua tantangan yang dihadapi Indonesia. Tantangan pertama adalah hadirnya revolusi industri keempat yang sekarang mulai berlangsung. Tidak ada faktor pendorong perubahan peradaban dunia sekuat revolusi industri yang menghasilkan kemajuan teknologi. Akibat kemajuan teknologi, dunia berubah begitu cepatnya.

Berbeda dengan revolusi industri ketiga ketika mesin bekerja sendirisendiri, pada era revolusi industri keempat semua mesin dihubungkan dengan yang lain, bertumpu pada cyber physical system yang akan mengubah secara radikal cara manusia berkehidupan, bekerja, dan berkomunikasi. Inovasi yang dihasilkan untuk membuat kehidupan lebih nyaman tidak terbatas, tetapi tantangan yang harus dipecahkan juga sangat kompleks.

Pekerjaan yang semula dilakukan manual dengan mengandalkan tenaga manusia semata sudah digantikan oleh mesin dan teknologi informasi. Karena itu, jenis pekerjaan yang sekarang ada perlahan akan hilang pada 10 tahun ke depan. Diperkirakan 35% keterampilan dasar akan berubah pada tahun 2020 dan hampir 2 miliar pekerja berisiko kehilangan pekerjaan mereka.

Pendahuluan / Prolog

Sambutan
Inti kekuatan daya saing sebuah bangsa terletak pada manusianya. Tenaga kerja yang berdaya saing dan terampil salah satu di antaranya dilahirkan dari pendidikan vokasi yang bermutu dan relevan dengan tuntutan dunia kerja yang terus menerus berkembang. Dengan demikian, dunia pendidikan juga harus mengikuti perubahan zaman.

Tidak ada jalan lain, revitalisasi pendidikan vokasi perlu dilakukan untuk menyiapkan tambahan 58 juta tenaga kerja dengan keterampilan Abad ke-21 pada kurun 15 tahun mendatang untuk membawa Indonesia menjadi negara dengan kekuatan ekonomi nomor 7 dunia pada tahun 2030.

Nawacita telah menempatkan pendidikan vokasi sebagai prioritas utama pembangunan pendidikan. Presiden juga telah mengeluarkan Inpres Nomor 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK dalam rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia yang menjadi arah pembangunan pendidikan vokasi ke depan.

Dalam Inpres tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mendapat tugas untuk: (1) membuat peta jalan pengembangan SMK; (2) menyempurnakan dan menyelaraskan kurikulum SMK dengan kompetensi sesuai dengan kebutuhan pengguna lulusan (link and match); (3) meningkatkan jumlah dan kompetensi bagi pendidik dan tenaga kependidikan SMK; (4) meningkatkan kerja sama dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan dunia usaha/industri; (5) meningkatkan akses, sertifikasi lulusan SMK dan akreditasi SMK; dan (6) membentuk Kelompok Kerja Pengembangan SMK.

Dokumen Revitalisasi Pendidikan Vokasi ini merupakan wujud dari pelaksanaan Inpres tersebut. Ruang lingkupnya masih terfokus pada integrasi penyelenggaraan pendidikan vokasi yang terdapat di lingkungan Kemendikbud, yakni di SMK, lembaga kursus dan pelatihan, dan SMALB. Revitalisasi juga menyangkut perubahan filosofi dari supply-driven ke demand-driven.

Pendidikan vokasi diarahkan pada penerapan sistem ganda (dual-system), yakni belajar teori di SMK dan praktik di industri. Karena itu desain kurikulum dan sistem pengujian juga disesuaikan dengan kompetensi yang dibutuhkan dunia usaha dan industri dengan fokus utama pada bidang pertanian, maritim, pariwisata, dan industri kreatif. Penyediaan dan peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan juga menjadi bagian dari revitalisasi.

Pada bagian akhir, dokumen ini menyajikan Peta Jalan Pengembangan Pendidikan Vokasi di Kemendikbud. Diharapkan dokumen ini menjadi acuan kerja bagi unit utama terkait di lingkungan Kemendikbud dalam melakukan revitalisasi pendidikan vokasi. Di samping itu, dokumen ini juga dapat dijadikan acuan bagi penyusunan Peta Jalan Pengembangan SMK secara nasional yang melibatkan kementerian/ lembaga terkait, termasuk pemerintah provinsi di seluruh Indonesia, sebagaimana diamanatkan dalam Inpres Nomor 9 Tahun 2016.

Daftar Isi

Sampul
Revitalisasi pendidikan vokasi
Sambutan menteri pendidikan dan kebudayaan
Daftar isi
Daftar singkatan dan akronim
Bab 1 : Analisis situasi
     1.1 Revolusi industri keempat dan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)
     1.2 Dinamika pasar Kerja, keterampilan, dan peserta Didik
     1.3 Arah pembangunan nasional
Bab 2 : Sekilas penyelenggaraan pendidikan vokasi
     2.1 Sejarah pendidikan vokasi
     2.2 Pendidikan vokasi melalui Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
     2.3 Pendidikan vokasi melalui lembaga kursus dan pelatihan
     2.4 Pendidikan vokasi melalui Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMA-LB)
     2.5 Tata kelola
Bab 3 : Revitalisasi pendidikan vokasi
     3.1 Pentingnya revitalisasi pendidikan vokasi
     3.2 Ciri-ciri pendidikan vokasi yang baik
Bab 4 : Peta jalan revitalisasi pendidikan vokasi
     4.1 Paradigma baru pendidikan vokasi
     4.2 Pengembangan kelembagaan
     4.3 Keterlibatan dunia usaha dan dunia industri
     4.4 Penyelarasan kurikulum
     4.5 Sertifikasi kompetensi lulusan
     4.6 Penambahan dan perbaikan sarana-prasarana pembelajaran
     4.7 Penyediaan dan peningkatan kualitas guru
     4.8 Akreditasi dan tata kelola penyelenggaraan pendidikan vokasi
     4.9 Regulasi
     4.10 Quick Wins 2016
Referensi