Buku Kemdikbud juga dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Pola Kebijakan Pengembangan Guru produktif

Pola Kebijakan Pengembangan Guru produktif

Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2016 menetapkan empat poin yang menjadi fokus revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai upaya meningkatkan mutu sumber daya manusia, khususnya untuk penyediaan tenaga kerja trampil.

Keempat poin tersebut melingkupi revitalisasi kurikulum, pendidik & tenaga kependidikan, kerja sama, dan lulusan. Kurikulum untuk jenjang SMK sering dianggap kaku oleh berbagai kalangan. Akibatnya, sulit untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang siap pakai oleh dunia usaha dan industri.

Dengan revitalisasi ini, dari tiga kurikulum di SMK ada satu kurikulum yang dirancang lebih fleksibel. Artinya, kurikulum disesuaikan dengan kebutuhan industri. Melalui kurikulum ini diharapkan konsep link and match akan membumi di industri kita.

Ikhtisar Lengkap   
Penulis: Tim Kemendikbud

Penerbit: Kemdikbud
ISBN: 9786025517228
Terbit: Juni 2017, 131 Halaman

Ikhtisar

Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2016 menetapkan empat poin yang menjadi fokus revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai upaya meningkatkan mutu sumber daya manusia, khususnya untuk penyediaan tenaga kerja trampil.

Keempat poin tersebut melingkupi revitalisasi kurikulum, pendidik & tenaga kependidikan, kerja sama, dan lulusan. Kurikulum untuk jenjang SMK sering dianggap kaku oleh berbagai kalangan. Akibatnya, sulit untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang siap pakai oleh dunia usaha dan industri.

Dengan revitalisasi ini, dari tiga kurikulum di SMK ada satu kurikulum yang dirancang lebih fleksibel. Artinya, kurikulum disesuaikan dengan kebutuhan industri. Melalui kurikulum ini diharapkan konsep link and match akan membumi di industri kita.

Pendahuluan / Prolog

Kata Pengantar PLT. Direktur Pembinaan SMK
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Salam Sejahtera, Melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dunia pendidikan khususnya SMK sangat terbantu karena akan terciptanya sinergi antar instansi dan lembaga terkait sesuai dengan tugas dan fungsi masingmasing dalam usaha mengangkat kualitas SMK.

Kehadiran Buku Serial Revitalisasi SMK diharapkan dapat memudahkan penyebaran informasi bagaimana tentang Revitalisasi SMK yang baik dan benar kepada seluruh stakeholder sehingga bisa menghasilkan lulusan yang terampil, kreatif, inovatif, tangguh, dan sigap menghadapi tuntutan dunia global yang semakin pesat.

Buku Serial Revitalisasi SMK ini juga diharapkan dapat memberikan pelajaran yang berharga bagi para penyelenggara pendidikan Kejuruan, khususnya di Sekolah Menengah Kejuruan untuk mengembangkan pendidikan kejuruan yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat yang senantiasa berubah dan berkembang sesuai tuntuan dunia usaha dan industri.

Tidak dapat dipungkuri bahwa pendidikan kejuruan memiliki peran strategis dalam menghasilkan manusia Indonesia yang terampil dan berkeahlian dalam bidangbidang yang sesuai dengan kebutuhan. Terima kasih dan penghargaan kami sampaikan kepada semua pihak yang terus memberikan kontribusi dan dedikasinya untuk meningkatkan kualitas Sekolah Menengah Kejuruan.

Buku ini diharapkan dapat menjadi media informasi terkait upaya peningkatan kualitas lulusan dan mutu Sumber Daya Manusia(SDM) di SMK yang harus dilakukan secara sistematis dan terukur. Wassalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Daftar Isi

Sampul
Kata Pengantar : PLT. Direktur pembinaan SMK
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Gambar
Daftar Tabel
Bab I : Pendahuluan
A. Peningkatan SDM Terampil
B. Pendidikan kejuruan
Bab II : Revitalisasi SMK
A. Pengembangan SMK
B. Guru produktif
Bab III : Pola pemenuhan kualitas guru produktif
A. konsep Pembinaan guru sebagai suatu sistem
B. Belajar mandiri
C. Kerja atau diskusi kelompok dengan rekan sejawat dalam bidang yang sama (melalui forum MGMP/KKG)
D. Pembinaan guru melalui pelatihan
E. Pembinaan  guru melalui supervisi
F. Studi lanjut
G. Pembinaan kesejahteraan
Bab III : Pola pemenuhan kuantitas guru produktif
A. Model pemenuhan kuantitas guru produktif SMK Negeri
B. Model pemenuhan kuantitas guru produktif SMK Swasta
Bab V : Penutup
Untitled