Buku Al Mawardi Prima hanya dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Amalan-amalan Sunnah yang Mengantar Masuk Surga

Amalan-amalan Sunnah yang Mengantar Masuk Surga

Amalan-amalan sunnah baik shalat, puasa, shadaqah, berzikir, membaca Al-Qur'an dan sebagainya yang diperintahkan oleh Allah Swt dan Rasulullah Saw memiliki banyak keutamaan. Di antaranya yang paling penting adalah bahwa amalan-amalan tersebut dapat mengantarkan orang yang melaksanakannya masuk ke dalam surga.

Ibadah-ibadah sunnah juga membuat pelakunya dicintai oleh Allah Swt. Karena Dia meridhai orang-orang yang senantiasa mendekat kepada-Nya dengan beribadah. Maka Allah Swt juga akan mendekat kepada mereka. Dengan begitu mereka akan senantiasa berada dalam cinta-Nya, kasih sayang-Nya, dan keridhaann-Nya.

Orang-orang yang beriman tentu berharap kelak Allah Swt memasukkan mereka ke dalam Surga-Nya. Surga adalah tempat indah, mewah dan menyenangkan di akhirat. Karena itu, mereka berupaya melakukan amal-amal terbaik dan sungguh dala beribadah kepada Allah Swt. Karena Allah Swt hanya akan memasukkan hamba-hamba-Nya ke dalam Surga bila mereka mampu mempersembahkan amal terbaik selama hidupnya.

Buku ini mengulas amalan-amalan sunnah yang akan mengantarkan orang-orang yang melaksanakannya kepada Surga Allah Swt, gambaran Surga dengan segala kenikmatannya, serta sifat-sifat penghuninya. Dalam buku ini penulis juga menyuguhkan amalan-amalan sunnah praktis berikut tatacara melaksanakannya yang terpilih dari Al-Qur'an maupun Sunnah, juga keutamaan-keutamaannya. Sehingga memudahkan dan meyakinkan hati bagi siapapun yang mengamalkannya dan memberi motivasi bagi yang masih malas melakukannya.

Ikhtisar Lengkap   
Penulis: Adam Cholil, Al Ustadz
Editor: Al-Mawardi Prima

Penerbit: Al Mawardi Prima
ISBN: 9786029247619
Terbit: Desember 2014, 200 Halaman

Ikhtisar

Amalan-amalan sunnah baik shalat, puasa, shadaqah, berzikir, membaca Al-Qur'an dan sebagainya yang diperintahkan oleh Allah Swt dan Rasulullah Saw memiliki banyak keutamaan. Di antaranya yang paling penting adalah bahwa amalan-amalan tersebut dapat mengantarkan orang yang melaksanakannya masuk ke dalam surga.

Ibadah-ibadah sunnah juga membuat pelakunya dicintai oleh Allah Swt. Karena Dia meridhai orang-orang yang senantiasa mendekat kepada-Nya dengan beribadah. Maka Allah Swt juga akan mendekat kepada mereka. Dengan begitu mereka akan senantiasa berada dalam cinta-Nya, kasih sayang-Nya, dan keridhaann-Nya.

Orang-orang yang beriman tentu berharap kelak Allah Swt memasukkan mereka ke dalam Surga-Nya. Surga adalah tempat indah, mewah dan menyenangkan di akhirat. Karena itu, mereka berupaya melakukan amal-amal terbaik dan sungguh dala beribadah kepada Allah Swt. Karena Allah Swt hanya akan memasukkan hamba-hamba-Nya ke dalam Surga bila mereka mampu mempersembahkan amal terbaik selama hidupnya.

Buku ini mengulas amalan-amalan sunnah yang akan mengantarkan orang-orang yang melaksanakannya kepada Surga Allah Swt, gambaran Surga dengan segala kenikmatannya, serta sifat-sifat penghuninya. Dalam buku ini penulis juga menyuguhkan amalan-amalan sunnah praktis berikut tatacara melaksanakannya yang terpilih dari Al-Qur'an maupun Sunnah, juga keutamaan-keutamaannya. Sehingga memudahkan dan meyakinkan hati bagi siapapun yang mengamalkannya dan memberi motivasi bagi yang masih malas melakukannya.

Pendahuluan / Prolog

Pendahuluan
Surga adalah tempat indah, mewah dan menyenangkan di Akhirat. Barangsiapa yang beriman kepada Allah Swt dan Hari Akhir, maka ia pasti merindukan masuk ke dalam surga dan ingin menjadi penghuninya. Namun tentu saja Surga itu tidak gratis. Allah Swt menjanjikan Surga bagi mereka yang mau melakukan amal terbaik dan sungguh-sungguh dalam beribadah kepada-Nya. Dan kesempatan di dunia inilah yang harus kita manfaatkan untuk meraihnya. Maka jadikanlah kehidupan di dunia ini sebagai kesempatan untuk mempersembahkan amal terbaik untuk kebahagiaan dunia dan kelak di akhirat. Allah Swt berfirman: (Allah) Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun (QS. Al-Mulk: 2)

Allah Swt menjanjikan Surga kepada orang-orang bertakwa, yakni orang-orang yang senantiasa menjalankan perintah Allah Swt dan menjauhi larangan-Nya. Allah Swt berfirman: Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (QS. Ali ‘Imran: 133)

Jadi, Surga itu, Allah Swt berikan kepada orang yang mau bekerja keras meraihnya. Bukan kepada orang yang enggan beribadah, enggan memperbanyak amal, kemudian dia berharap masuk Surga. Sungguh mereka adalah orang-orang yang tertipu. Surga disediakan bagi mereka yang senantiasa menaati Allah Swt dan Rasul-Nya. Bukan orang yang berpaling dari keduanya. Itulah sikap orang beriman. Allah Swt berfirman: Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka, ialah ucapan: “Kami mendengan dan kami patuh.” Dan mereka itulah orang-orang yang untung. Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan. (QS. An-Nur: 51-52)

Kita patut mencontoh para sahabat Nabi Saw. Mereka adalah orang-orang yang bekerja keras untuk meraih Surga. Mereka rela berkorban jiwa, raga, dan harta untuk mendapatkan Surga. Coba kita simak sebuah kisah kesungguhan seorang sahabat Nabi Saw dalam menyongsong Surga. Imam Muslim meriwayatkan sebuah dari Anas bin Malik yang menyebutkan: Rasulullah Saw berangkat bersama para sahabatnya hingga mendahului kaum Musyrik sampai ke sumur Badar. Setelah itu kaum Musyrik pun datang. Kemudian Rasulullah Saw bersabda, “Berdirilah kalian menuju surga yang luasnya seluas langit dan bumi.” Anas bin Malik berkata; maka berkatalah Umair bin al-Hamam al-Anshary, “Wahai Rasulullah! Benarkah yang kau maksud itu surga yang luasnya seluas langit dan bumi?” Rasulullah Saw menjawab, “Benar” Umair berkata, “Bakh-bakh (ehm-ehm)”. Rasulullah Saw bertanya kepada Umair, “Wahai Umair, apa yang mendorongmu untuk berkata bakh-bakh (ehm-ehm)?” Umair berkata, “Tidak ada apa-apa Ya Rasulullah, kecuali aku ingin menjadi penghuninya”. Rasulullah Saw bersabda, “Sesunguhnya engkau termasuk penghuninya, Wahai Umair!” Anas bin Malik berkata; Kemudian Umair bin al-Hamam mengeluarkan beberapa korma dari wadahnya dan ia pun memakannya. Kemudian berkata, “Jika aku hidup hingga aku memakan kurma-kurma ini sesungguhnya itu adalah kehidupan yang lama sekali.” Anas berkata; Maka Umair pun melemparkan kurma yang dibawanya, kemudian maju untuk memerangi kaum Musyrik hingga terbunuh.

Daftar Isi

Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab 1 - Amal Terbaik Mengantarkan ke Surga
     A. Mendekatlah Kepada Allah Swt agar Kita Layak Masuk Ke dalam Surga-Nya
     B. Surga Disediakan Bagi Orang-orang yang Bertakwadan Sungguh-sungguh dalam Meraihnya
     C. Ibadah Butuh Istiqamah
Bab 2 - Gambaran Kenikmatan Surga
     A. Macam-macam Kenikmatan Surga
          1. Para penghuni Surga dapat memandang langsungwajah Allah Swt
          2. Luasnya seluas langit dan bumi
          3. Di dalamnya terdapat berbagai macam kenikmatanyang diinginkan
          4. Peralatan makan dan minum yang mewah
          5. Disediakan buah-buahan dan daging yang lezat
          6. Istri-istri dari para bidadari yang sangat cantik jelita.
          7. Penghuni Surga saling pandang satu sama lainnya
          8. Keringat penghuni Surga wangi laksana kesturi.Mereka tidak buang air besar, tidak ingusan dan tidakpula buang air kecil
          9. Sungai-sungai yang menyegarkan dengan rasa yangberagam
          10. Buah-buahannya tidak mengenal musim dan dapatdipetik dari dekat
          11. Disediakan perhiasan yang mewah dan mahal dariemas dan sutera
          12. Tempat berbaring yang empuk dan nyaman
     B. Nama-nama Surga
          1. Darussalam
          2. Darul Muttaqin
          3. Darul Muqamah
          4. Jannaatu ‘Adn
          5. Jannatu an-Na’im
          6. Al-Husna
          7. Jannatul Khuldi
          8. Jannatun ‘Aliyah
          9. Jannatul Firdaus
          10. Jannatul Ma’wa
     C. Tingkatan Surga
     D. Pintu-pintu Surga
     E. Bahan Bangunan Surga
     F. Sifat-sifat Penghuni Surga
Bab 3 - Amalan Shalat Nafilah
     A. Shalat Sunnah Rawatib
     B. Shalat Sunnah Setelah Wudhu’
     C. Shalat Sunnah Dhuha
     D. Shalat Sunnah Tahajjud
Bab 4 - Amalan Puasa Sunnah
     A. Keistimewaan-Keistimewaan Puasa Sunnah
     B. Beberapa Ketentuan Terkait Puasa Sunnah
     C. Macam-macam Puasa Sunnah
          1. Puasa Daud
          2. Puasa Senin Kamis
          3. Puasa Enam Hari di Bulan Syawal
          4. Puasa Tiga Hari Setiap Bulan Hijriyah
          5. Puasa di Bulan Sya’ban
          6. Puasa di Awal Dzulhijjah
          7. Puasa ‘Arafah
          8. Puasa ‘Asyura
Bab 5 - Amalan Dzikrullah
     A. Keutamaan-Keutamaan Berzikir
          1) Zikir Pangkal Keberuntungan
          2) Zikir Membawa Ketenteraman
          3) Menjadi Kebanggaan Para Malaikat
          4) Mendapat Pahala yang Besar
          5) Meluluhkan Hati yang Keras
          6) Mengobati Hati yang Sakit
          7) Sebab Turunnya Rahmat dan Ampunan Allah
          8) Mendapat Banyak Saksi dalam Kebaikan
     B. Tatacara Berzikir
          a) Berzikirlah dengan suara lembut
          b) Dilakukan dengan khusyuk
          c) Diutamakan berzikir pada waktu-waktu tertentu
          d) Berzikir dengan ikhlas
          e) Berzikir sesuai tuntunan syari’at
          f) Dibolehkan berzikir dalam keadaan berbaring ataupun duduk
     C. Macam-macam Zikir
          1. Zikir “Laa ilaaha illallaah”.
          2. Zikir “Subhaanallah wa bihamdihi, Subhaanallaahil‘azhiim.”
          3. Zikir “Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaahaillallah, wallahu akbar.”
          4. Zikir “Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lahuu,lahul mulku walahul hamdu, wa huwa ‘alaa kullisyai’in qadiir, dan Subhaanallaah wabihamdihi”.
          5. Zikir “Subhaanallaah, Alhamdulillaah, Allaahu akbar.”
          6. Zikir ”Laa haula wa laa quwwata illaa billaah.”
          7. Zikir ketika ditimpa kebingungan, susah dan sedih
          8. Zikir penyerahan total kepada Allah Swt yang dapatmenghasilkan ketenangan dan kebahagiaan
          9. Zikir keikhlasan
          10. Zikir keridhaan
          11. Zikir setelah shalat Fardhu
Bab 6 - Amalan Membaca Al-Qur’an
     A. Keutamaan-keutamaan Membaca Al-Qur’an
          a) Ibadah Paling dicintai Allah
          b) Mendapat Keuntungan dan Pahala yang Besar
          c) Manusia Pilihan
          d) Memperoleh Derajat dan Kedudukan yang Tinggi
          e) Mendapat Syafa’at di Akhirat
          f) Hati Semakin Bersih
          g) Mendapat Keistimewaan di sisi Allah
          h) Memperoleh Ketenangan Hidup
          i) Mendapat Kemuliaan di Dunia
          j) Mengangkat Derajat Orangtua
     B. Ayat-ayat Pilihan dalam Al-Qur’an
Bab 7 - Amalan Membaca Shalawat Atas Nabi SAW
     A. Anjuran Membaca Shalawat
     B. Keutamaan Membaca Shalawat
     C. Waktu-waktu Utama Membaca Shalawat
     D. Tata Cara Bershalawat
     E. Macam-macam Bacaan Shalawat
     F. Pentingnya Memperbanyak Membaca Shalawat
          Shalawat adalah Bukti Cinta Kepada Rasulullah Saw
          Pertama, Rela berkorban demi beliau Saw danagamanya
          Kedua, Mengungkapkannya dengan penuh ketulusan
          Ketiga, Tidak rela bila Rasul dihina
          Keempat, Senantiasa membaca shalawat untuknya
          Kelima, Senantiasa menjalankan sunnahnya
          Keutamaan Mencintai Rasulullah Saw
Bab 8 - Amalan Shadaqah
     A. Perintah Bershadaqah
     B. Keutamaan Shadaqah
     C. Hal-hal yang Penting Diperhatikan Saat Bershadaqah
Daftar Pustaka
Tentang Penulis

Kutipan

Ibadah Butuh Istiqamah
Dan yang paling penting bahwa siapa saja yang memilih suatu ibadah sunnah dari ibadah-ibadah sunnah yang dianjurkan oleh Allah Swt dan Rasul-Nya, hendaklah ia melaksanakannya secara kontinyu (istiqamah) meski sedikit. Allah Swt menjanjikan Surga bagi hamba-hamba-Nya yang istiqamah dalam beribadah kepadaNya, sebagaimana telah Allah Swt sampaikan dalam firman-Nya: Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan Kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah, Maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai Balasan atas apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Al Ahqaaf: 13-14)

Terkait pentingnya istiqamah dalam beribadah, Ummul Mukminin, Aisyah Ra meriwayatkan sebuah hadits: Sesungguhnya Nabi Saw masuk untuk menemuinya, sedangkan bersama Aisyah ada seorang wanita. Beliau Amalan-Amalan SUNNAH yang Mengantar Masuk SURGA 25 pun bertanya, “Siapa orang ini?” ‘Aisyah menjawab, “Ia adalah si fulanah. Ia menceritakan tentang shalatnya.” Nabi berkata, “Tidak boleh begitu! Hendaklah kalian melaksanakan amal yang mampu dilaksanakan. Demi Allah, Allah tidak akan bosan hingga kalian bosan. Agama (amal) yang paling Allah sukai adalah yang dilaksanakan secara terus-menerus oleh pelakunya.” (Mutafaq ‘alaih).

Abdullah bin Amru Ra, juga meriwayatkan, bahwa ia berkata; telah berkata kepadaku Rasulullah Saw: Wahai Abdullah, janganlah engkau seperti si fulan, ia bangun di waktu malam tapi meninggalkan shalat malam. (Mutafaq ‘alaih).

Semoga kita diberikan taufiq dan hidayah oleh Allah Swt agar kita bisa melakukan amal-amal terbaik sehingga kita layak dimasukkan oleh Allah Swt ke dalam SurgaNya. Aamiin.

Keutamaan-Keutamaan Berzikir
Banyak sekali ayat maupun hadits yang menyatakan tentang keutamaan-keutamaan berzikir. Ini menunjukkan bahwa ibadah dengan berzikir memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah Swt.
1) Zikir Pangkal Keberuntungan. Allah Swt telah menyampaikan kepada kita bahwa zikir akan membawa keberuntungan. Orang yang senantiasa berzikir hidupnya akan sukses. Allah Swt berfirman:“Dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS. Jumu’ah: 10)
2) Zikir Membawa Ketenteraman. Dalam buku “Meraih Kebahagiaan Hidup dengan Zikir dan Doa” saya telah menjelaskan bahwa berzikir akan membuat hati kita menjadi tenang. Karena dengan berzikir berarti kita sedang mengundang Allah Swt ke sisi kita. Sedangkan Allah Maha memiliki segalanya baik yang nampak maupun yang tersembunyi. Allah Swt menegaskan bahwa zikir akan menenangkan hati: “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS Ar-Ra’d: 28)

Kita kadang mengalami keresahan dalam hidup ini. Perasaan resah itu muncul akibat hal yang kita lakukan sendiri atau karena pengaruh orang lain. Di samping kita harus berusaha mencari penyelesaian terhadap masalah tersebut kita juga bisa mengatasinya dengan berzikir. Hal ini sudah tidak diragukan lagi karena solusi ini langsung disampaikan Allah Swt dalam Al-Qur’an. Rasulullah Saw dan para sahabat radhiyallahu ‘anhum telah memberikan contoh yang baik dalam hal ini. Jadi, jika kita ingin mendapatkan ketenangan dalam hidup ini hendaknya kita harus banyak berzikir.

Ketidak-tenangan yang dialami seseorang bersumber dari hati. Karena itu jika kita ingin merasakan ketenangan maka benahilah hati. Karena hati tempat ketidak-tenangan itu muncul. Mengapa bisa demikian? Karena jika hati lupa kepada Allah Swt maka akan muncul rasa gelisah, sengsara, resah, susah, dan sedih. Bahkan ia bisa tertutup, mati, berkarat, melemah, lalai, dan bahkan lupa. Orang yang lupa kepada Allah akan lupa kepada dirinya sendiri. Orang yang lalai dari zikir juga tidak akan pernah merasa hidupnya tenang dan tenteram. Ia akan selalu dalam keadaan gelisah, resah, dan susah.

Orang yang lupa kepada Allah Swt akan mengalami kehidupan yang sempit, galau, dan merasa tidak tenteram. Itulah yang kita saksikan menimpa banyak orang pada masa sekarang ini.