Buku Nuansa Cendekia hanya dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Perempuan Bernama Arjuna 3: Javanologi dalam Fiksi

Perempuan Bernama Arjuna 3

Kembali kita berjumpa dengan novel karya Sang Maestro Indonesia, Remy Sylado.

Setelah novel sebelumnya sukses menyapa pembaca melalui FILSAFAT DALAM FIKSI (panjang lebar mengulas sejarah filsafat Barat dan filsafat Timur) kemudian berlanjut novel SINOLOGI DALAM FIKSI (rangkaian sejarah hubungan orang-orang Cina di Indonesia), kali ini JAVANOLOGI DALAM FIKSI (ulasan pemikiran, sejarah dan tamadun bangsa Jawa).

Masih seperti sebelumnya, novel ini berkisah tentang Arjuna, perempuan yang menjadi istri mantan Jesuit “murtad” yang berkelana mempelajari paham-paham pemikiran bangsa Jawa. Di dalam novel ini terangkai sebongkok pengetahuan meliputi falsafah, mitologi, ramalan, seni-budaya, budi-pekerti, ke-Hindhu-an, ke-Buddha-an, ke-Kristen-an, ke-Islam-an, nyanyian, kesusastraan, kuliner, traveling, kamasutra Hindhu, dan lain sebagainya. Tak ketinggalan wacana seksualitas cukup mendominasi dalam buku ini sehingga sepantasnya memang buku ini hanya layak dibaca untuk kalangan dewasa.

Setting kisah ini mengambil Jawa bagian Tengah yang menonjolkan sisi historis peradaban Mataram di era Sultan Agung. Dalam novel ini, Jawa di masa Islam itu pernah mengalami era keemasan dengan prestasi gemilang mewujudkan peradaban Islam—sebuah prestasi yang patut diketahui generasi masa kini.

Rekam jejak sejarah yang dikisahkan melalui novel seperti ini menjadikan siapa saja merasa renyah mengunyah pengetahuan ilmiah.[]

-Faiz Manshur, Redaksi Penerbit Nuansa Cendekia

Ikhtisar Lengkap   
Penulis: Remy Sylado
Editor: Mathori A. Elwa / Irwan Kurniawan, M.Ag

Penerbit: Nuansa Cendekia
ISBN: 9786023503773
Terbit: April 2015, 309 Halaman

Ikhtisar

Kembali kita berjumpa dengan novel karya Sang Maestro Indonesia, Remy Sylado.

Setelah novel sebelumnya sukses menyapa pembaca melalui FILSAFAT DALAM FIKSI (panjang lebar mengulas sejarah filsafat Barat dan filsafat Timur) kemudian berlanjut novel SINOLOGI DALAM FIKSI (rangkaian sejarah hubungan orang-orang Cina di Indonesia), kali ini JAVANOLOGI DALAM FIKSI (ulasan pemikiran, sejarah dan tamadun bangsa Jawa).

Masih seperti sebelumnya, novel ini berkisah tentang Arjuna, perempuan yang menjadi istri mantan Jesuit “murtad” yang berkelana mempelajari paham-paham pemikiran bangsa Jawa. Di dalam novel ini terangkai sebongkok pengetahuan meliputi falsafah, mitologi, ramalan, seni-budaya, budi-pekerti, ke-Hindhu-an, ke-Buddha-an, ke-Kristen-an, ke-Islam-an, nyanyian, kesusastraan, kuliner, traveling, kamasutra Hindhu, dan lain sebagainya. Tak ketinggalan wacana seksualitas cukup mendominasi dalam buku ini sehingga sepantasnya memang buku ini hanya layak dibaca untuk kalangan dewasa.

Setting kisah ini mengambil Jawa bagian Tengah yang menonjolkan sisi historis peradaban Mataram di era Sultan Agung. Dalam novel ini, Jawa di masa Islam itu pernah mengalami era keemasan dengan prestasi gemilang mewujudkan peradaban Islam—sebuah prestasi yang patut diketahui generasi masa kini.

Rekam jejak sejarah yang dikisahkan melalui novel seperti ini menjadikan siapa saja merasa renyah mengunyah pengetahuan ilmiah.[]

-Faiz Manshur, Redaksi Penerbit Nuansa Cendekia

Penulis

Remy Sylado - Nama aslinya Yapi Tambayong. Tapi dalam berkarya ia sering mencantumkan nama-nama yang kini lebih beken dari nama aslinya seperti Remy Sylado dan Alif Danya Munsyi. Selain itu juga punya nama lain seperti Juliana C. Panda, Dova Zila, Jubal Anak Perang Imanuel dan beberapa nama lain. Lahir di Makassar 12 Juli 1945. Ia dikenal luas sebagai seniman tulen yang hidupnya penuh pengalaman berkesenian dalam berbagai kegiatan; drama, film, musik, puisi dan susastra.

Ia meniti karirnya dimulai dari usia remaja saat sekolah di Semarang, kuliah di Solo, dan aktif berkegiatan seni dan jurnalisme di Bandung dan Jakarta. Sebagai musisi, ia jago mengarang lagu dan punya kemahiran menirukan suara penyanyi terkemuka dunia seperti Elvis Presley, Nat King Cole, Louis Armstrong, Bing Crosby, Mario Lanza, Bob Dylan. Tak hanya itu, ia pun mahir membuat gurauan gaya bicara dari bahasa-bahasa etnik. Selain menyukai musik modern, ia juga sangat peduli pada musik-musik etnik.


Daftar Isi

I
II
III
IV
V
VI
VII
VIII
IX
X
XI
XII
XIII
XIV
XV
XVI
XVII
XVIII
XIX
XX
XXI
XXII
XXIII
XXIV
XXV
XXVI
XXVII
XXVIII
XXIX
Tentang Penulis